Double top dan double bottom: dua pola, dua hitungan
Double top
| Instrumen | Ditemukan | Dihitung | Berhasil | Gagal | Belum terputuskan | Porsi berhasil | Hasil rata-rata, ATR |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Indeks LQ45 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | — | — |
| Bank Central Asia | 1 | 1 | 0 | 1 | 0 | 0,0% | -1,67 |
| Bank Rakyat Indonesia | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | — | — |
| Bank Mandiri | 1 | 0 | 0 | 0 | 0 | — | — |
| Telkom Indonesia | 1 | 1 | 0 | 1 | 0 | 0,0% | -1,82 |
| Astra International | 1 | 1 | 0 | 1 | 0 | 0,0% | -1,83 |
| Bank Negara Indonesia | 1 | 1 | 0 | 1 | 0 | 0,0% | -1,63 |
| Unilever Indonesia | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | — | — |
| Indofood CBP | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | — | — |
| United Tractors | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | — | — |
| Indofood Sukses Makmur | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | — | — |
| Semua instrumen | 5 | 4 | 0 | 4 | 0 | 0,0% | -1,74 |
| Sesi mana pun, uji sama, arah buku teks turun | 25853 | 6993 | 27,0% |
double top: definisi di atas diterapkan pada setiap kejadian yang ditemukan aturan. Porsi adalah berhasil dibagi dihitung. Dikeluarkan: riwayat setelah penutupan penyelesaian kurang dari 30 sesi: 1.
Double bottom
| Instrumen | Ditemukan | Dihitung | Berhasil | Gagal | Belum terputuskan | Porsi berhasil | Hasil rata-rata, ATR |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Indeks LQ45 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | — | — |
| Bank Central Asia | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | — | — |
| Bank Rakyat Indonesia | 1 | 1 | 0 | 0 | 1 | 0,0% | -0,87 |
| Bank Mandiri | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | — | — |
| Telkom Indonesia | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | — | — |
| Astra International | 2 | 2 | 0 | 2 | 0 | 0,0% | -1,55 |
| Bank Negara Indonesia | 1 | 1 | 1 | 0 | 0 | 100,0% | +5,33 |
| Unilever Indonesia | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | — | — |
| Indofood CBP | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | — | — |
| United Tractors | 2 | 2 | 0 | 2 | 0 | 0,0% | -1,89 |
| Indofood Sukses Makmur | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | — | — |
| Semua instrumen | 6 | 6 | 1 | 4 | 1 | 16,7% | -0,40 |
| Sesi mana pun, uji sama, arah buku teks naik | 25853 | 7559 | 29,2% |
double bottom: definisi di atas diterapkan pada setiap kejadian yang ditemukan aturan. Porsi adalah berhasil dibagi dihitung.
- Sesi naik (penutupan di atas pembukaan), badan kosong
- Sesi turun (penutupan di bawah pembukaan), terisi
- Garis pola
- Level target
- Level pembatal
- Rentang pola
- Penutupan penembusan
Aturan di balik temuan ini
Aturan DB-1: titik balik lembah-puncak-lembah; kedua lembah berbeda paling banyak 0,15 dari tinggi puncak tengah; puncak itu berada minimal 5 ATR di atas lembah yang lebih tinggi; kedua lembah berjarak 10 sampai 80 sesi; lembah pertama datang setelah penurunan minimal setinggi itu dalam 80 sesi sebelumnya; pola dianggap terbentuk hanya ketika sebuah sesi ditutup di atas puncak tengah dalam 30 sesi setelah lembah kedua, tanpa penutupan di bawah salah satu lembah di antaranya.
Aturan HIT-ID: pola yang ditemukan oleh aturan tertulisnya dihitung pada penutupan yang menyelesaikannya (untuk pola candle, penutupan candle terakhirnya). Dari penutupan itu, C, dan ATR sesi tersebut, arah buku teks mengikuti polanya: turun untuk head and shoulders, double top, bear flag; naik untuk double bottom, bull flag, hammer. Kejadian dihitung berhasil bila salah satu dari 30 sesi berikutnya menutup setidaknya 3 ATR dari C ke arah itu sebelum ada sesi yang menutup 1.5 ATR atau lebih dari C ke arah sebaliknya. Kejadian dihitung gagal bila penutupan 1.5 ATR berlawanan datang lebih dulu. Bila keduanya tidak terjadi dalam 30 sesi, kejadian itu belum terputuskan dan dihitung sebagai tidak berhasil: tetap berada di penyebut. Hanya penutupan yang menentukan, tidak pernah harga tertinggi atau terendah. Pola dengan riwayat kurang dari 30 sesi sesudahnya dikeluarkan dan dihitung terpisah. Hasil satu kejadian adalah jarak dari C ke penutupan yang menentukannya (atau ke penutupan ke-30), dalam ATR, positif ke arah buku teks.
- Sesi naik (penutupan di atas pembukaan), badan kosong
- Sesi turun (penutupan di bawah pembukaan), terisi
- Garis pola
- Level target
- Level pembatal
- Rentang pola
- Penutupan penembusan
Ringkasan double top dan bottom
Double top adalah pola pembalikan dari naik menjadi turun, ditandai dua puncak yang hampir sama tinggi. Double bottom adalah kebalikannya: dua lembah yang hampir sama dalam. Keduanya diukur terpisah karena arahnya berbeda. Dengan definisi yang sama (target 3 ATR, pembatalan 1,5 ATR, 30 sesi), double top berhasil 0 dari 4 kejadian dan double bottom 1 dari 6.
Apa yang dihitung sebagai double top dan double bottom
Aturan DT-1 mencari pivot puncak-lembah-puncak: kedua puncak berbeda paling banyak 0,15 dari kedalaman lembah, lembah berada minimal 5 ATR di bawah puncak yang lebih rendah, jarak kedua puncak 10 sampai 80 sesi, dan puncak pertama datang setelah kenaikan minimal sedalam lembah itu dalam 80 sesi sebelumnya. Pola terbentuk hanya ketika sebuah sesi ditutup di bawah dasar lembah dalam 30 sesi setelah puncak kedua, tanpa penutupan di atas salah satu puncak di antaranya.
DB-1 adalah cerminnya: lembah-puncak-lembah, puncak tengah minimal 5 ATR di atas lembah yang lebih tinggi, terbentuk bila sesi ditutup di atas puncak tengah itu dalam 30 sesi setelah lembah kedua, tanpa penutupan di bawah salah satu lembah.
Hasil double top
Double top: ditemukan 5, dihitung 4, berhasil 0 (0,0%), gagal 4, belum terputuskan 0, hasil rata-rata -1,74 ATR; pembanding dari sesi mana pun 27,0% (dari 25.853 sesi uji). 1 kejadian dikeluarkan karena riwayat sesudahnya kurang dari 30 sesi.
Semua 4 kejadian yang dihitung berakhir gagal. Rata-rata hasilnya -1,74 ATR, jadi penutupan penentu rata-rata melampaui garis pembatalan 1,5 ATR. Pembanding arah turun dari sesi mana pun adalah 27,0%.
Hasil double bottom
Double bottom: ditemukan 6, dihitung 6, berhasil 1 (16,7%), gagal 4, belum terputuskan 1, hasil rata-rata -0,40 ATR; pembanding dari sesi mana pun 29,2% (dari 25.853 sesi uji).
Dari 6 kejadian, 1 berhasil, 4 gagal, dan 1 belum terputuskan. Rata-rata hasilnya -0,40 ATR. Porsi 16,7% berada di bawah pembanding arah naik (29,2%), tetapi dengan 6 kejadian selisih itu tidak bisa dibedakan dari kebetulan.
Dua contoh yang diukur
Double bottom: Double bottom pada Bank Negara Indonesia, selesai pada 4 September 2023 dengan penutupan 4.725 rupiah. ATR sesi itu 56,2, jadi target 3 ATR berada di 4.894 (naik) dan pembatalan 1,5 ATR di 4.641. Penutupan penentu jatuh pada 25 September 2023, 5,33 ATR dari penutupan penyelesaian: kejadian ini berhasil.
Double bottom lain: Double bottom pada Astra International, selesai pada 24 Oktober 2019 dengan penutupan 6.950 rupiah. ATR sesi itu 164,3, jadi target 3 ATR berada di 7.443 (naik) dan pembatalan 1,5 ATR di 6.704. Penutupan penentu jatuh pada 4 November 2019, -1,52 ATR dari penutupan penyelesaian (tanda minus berarti berlawanan dengan arah buku teks): kejadian ini gagal.
Dua contoh itu dipilih dari 6 kejadian double bottom karena paling bersih menurut ukuran aturan, bukan karena hasilnya. Grafik di halaman ini memakai dua double bottom, satu berhasil dan satu gagal, karena double top tidak punya kejadian yang berhasil (0 dari 4); angka double top ada di tabel.
Mengapa keduanya diukur terpisah
Double top dan double bottom tidak digabung karena arahnya berlawanan dan pembandingnya berbeda: 27,0% untuk arah turun dan 29,2% untuk arah naik. Menggabungkan keduanya akan menyembunyikan perbedaan itu.
Perlu dicatat bahwa porsi pembanding bergantung pada arah pasar selama 10 tahun yang disimpan: perbedaan 2,2% poin antara naik dan turun mencerminkan bagaimana harga bergerak pada riwayat ini, bukan sifat pola.
Biaya tidak dihitung
Tabel tidak memuat spread, komisi, atau selisih harga. Target tetap 3 ATR dan pembatalan 1,5 ATR untuk double top maupun double bottom, jadi hasil dalam ATR tidak berubah menurut instrumen, tetapi biaya dalam rupiah tidak ada di dalamnya. Situs ini hanya menyajikan hitungan pergerakan harga dari riwayat yang disimpan.
Dari penyelesaian sampai penentu
Pada double bottom Bank Negara Indonesia, pola selesai 4 September 2023 dan diputuskan 25 September 2023, 15 sesi kemudian, pada +5,33 ATR. Pada double bottom Astra International, pola selesai 24 Oktober 2019 dan diputuskan 4 November 2019, 7 sesi kemudian, pada -1,52 ATR. Hasil selalu diukur dari penutupan penyelesaian, yaitu penutupan di atas puncak tengah, dan bukan dari titik ekstrem formasi.
Sampel kecil dan angka ekstrem
Lima double top ditemukan dan empat dihitung; enam double bottom ditemukan dan semuanya dihitung. Pada empat kejadian, satu hasil yang berbeda menggeser porsi 25 poin; pada enam, 16,7 poin. Tabel menampilkan jumlah kejadian bersama persentasenya agar ukuran sampel terbaca.\n\nKejadian tersebar di sedikit instrumen: double top pada Bank Central Asia, Bank Mandiri (dikeluarkan karena riwayat sesudahnya kurang dari 30 sesi), Telkom Indonesia, Astra International, dan Bank Negara Indonesia; double bottom pada Bank Rakyat Indonesia, Astra International (2), Bank Negara Indonesia, dan United Tractors (2).
Lanjutkan membaca
Pertanyaan tentang hitungan
Apa itu double top?
Double top adalah pola pembalikan bearish dengan dua puncak yang hampir sama tinggi, dipisahkan oleh lembah. Dalam aturan situs ini pola terbentuk ketika sebuah sesi ditutup di bawah dasar lembah itu dalam 30 sesi setelah puncak kedua.
Apa itu double bottom?
Double bottom adalah pola pembalikan bullish dengan dua lembah yang hampir sama dalam, dipisahkan oleh puncak. Pola terbentuk ketika sebuah sesi ditutup di atas puncak itu dalam 30 sesi setelah lembah kedua.
Mengapa keduanya diukur terpisah?
Karena arah dan pembandingnya berbeda (27,0% turun, 29,2% naik). Menggabungkan keduanya bisa menutupi perbedaan hasil.
Apakah double bottom lebih baik daripada double top?
Pada riwayat ini porsi double bottom 16,7% dari 6 dan double top 0,0% dari 4, tetapi dengan sampel sekecil itu perbedaannya tidak bisa dipakai untuk menyimpulkan pola mana yang lebih baik.
Apakah tabel ini memprediksi kejadian berikutnya?
Tidak. Tabel hanya mengukur kejadian yang sudah lewat.
Angka di situs ini mengukur grafik; order Anda punya ukuran, stop, dan biaya
Grafik dan hitungan di sini bukan perintah untuk membeli atau menjual. Jika Anda membuka akun trading, order ditempatkan di platform dengan tiketnya sendiri, termasuk stop loss dan take profit. Kenali dulu cara kerja akun dan biayanya sebelum memutuskan.